RAHASIA BASMALAH TANPA ALIF BA
Oleh: Prof Dr Nasaruddin Umar
Dalam artikel terdahulu dibahas misteri titik di bawah
huruf ba. Dalam artikel ini akan dijelaskan misteri tanpa penulisan hurus inti
alif sesudah huruf ba.
Sehingga tertulis bersambung menjadi bismillah, bukan bi ismillah, sebagaimana lazimnya
dalam ilmu penulisan bahasa Arab ('ilm rasm), misalnya ayat iqra' bi ismi Rabbik. Terdapat
berbagai macam pendapat ulama tentang hal ini.
Dalam kitab Majma'
Al-Bayan dijelaskan sebagian dari mukjizat Alquran. Kitab ini
menghubungkan jumlah kata ism terulang sebanyak 19 kali dalam Alquran
Kalau ada alif mendahului kata ism, kata ism tidak lagi sesuai
dengan angka 19 dan jumlah huruf basmalah tidak lagi 19 melainkan bertambah
satu, 20.
Jumlah huruf basmalah (Bismillahirrahmanirrahim)
jika ditulis dalam bahasa Arab berjumlah 19 huruf. Setiap kosakata yang
digunakan di dalamnya berhubungan dengan angka 19. Kata ism terulang 19 kali,
ar-Rahman 57:19=3, ar-Rahim 114:19=6, Allah 2697:19=142.
Ingat teori Rashad Khaifah yang mengatakan
Alquran menggunakan rumus 19, sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Muddatsir 74:
30 (Wa 'alaiha tis'ata 'asyar/Di atasnya ada sembilan belas).
(Samikh 'Athif Al-Zain, Majma' Al-Bayan Al-Hadits, tafsir
Mufradat Alfadh Al-Qurán Al-karim, h 34).
Penjatuhan (hadzf) huruf alif di dalam ayat itu
sudah sesuai dengan tradisi bahasa Alquran, seperti tiga kali terulang bentuk
kata seperti ini, yakni QS Al-Fatihah: 1, An-Naml: 30, dan Hud: 41.
Penjelasan senada juga disampaikan Abd Allah
ibnu Husain Al-Akbary dalam At-Tibyan fi I'rab Al-Qur'an.
Al-Razi dalam At-Tafsir Al-Kabir juga
berpendapat bahwa pembuangan huruf alif sebelum kata ism hanya urusan teknis
bahasa Arab

Komentar
Posting Komentar